Rabu, 26 Februari 2020

Menghaluskan wajah dengan kuas


Pada artikel sebelumnya kita telah melakukan operasi jerawat dengan perkakas stempel atau Stamp. Sekarang kita akan melakukannya dengan perkakas atau tool kedua yaitu Brush atau kuas.


Sebelum menyapu dengan kuas, kita harus mengatur Opacity atau terang gelapnya atau tebal tipisnya sapuan kuas yang akan kita pakai. Ibaratnya menyapukan bedak ke muka, kalau mukanya kasar atau berjerawat, maka Anda akan menyapukan bedak yang cukup tebal ke wajah Anda. Tapi bila wajahnya memang mulus tanpa jerawat, maka Anda hanya akan menyapukan bedak selayang atau tipis saja di wajah.

Pengaturan tebal tipisnya sapuan kuas yang akan Anda pakai dapat dilihat pada kotak merah pada gambar di bawah ini. Bila wajah yang akan Anda poles cukup mulus, maka ketebalan sapuan kuasnya cukup tipis saja, Opacitynya cukup 15%.

Pada kasus yang kita hadapi ini, terlihat wajahnya lumayan rusak oleh jerawat. Maka untuk membenahinya kita membutuhkan sapuan kuas yang cukup tebal, disini saya memakai 52% untuk menutup jerawat yang ada.


Cara kerjanya agak sedikit berbeda dengan stempel. Sebagaimana biasa kita memakai stempel di kantor yaitu dengan menempelkan stempel ke atas kertas yang akan dicap atau distempel. Maka dengan kuas kita juga memakainya seperti kita menyapukan kuas bedak ke wajah. Namun sebelum kita menyapukan kuasnya kita harus menyalin dulu kontur wajah yang berdekatan dengan jerawat yang akan dipoles. Hal ini agar bekas jerawat yang akan disapu nantinya warnanya sama dengan kontur wajah yang ada di dekatnya, agar tidak kelihatan belang.

Cara menyalinnya sama dengan kalau kita memakai stempel, yaitu dengan menekan tombol Alt lalu mengklik satu lokasi di sekitar jerawat. Setelah itu lepaskan tombol Alt, sambil tetap menahan tombol kiri mouse, kita menyapu jerawat yang akan dihilangkan.


Sebelum memulai, Anda harus mengatur dulu berapa pixel ukuran kuas yang akan Anda pakai. Pada kotak merah gambar di atas ada dua slider atau tombol geser. Sebelah atas adalah untuk menentukan besarnya ukuran kuas, sebelah bawahnya adalah slider untuk menentukan halus kasarnya sapuan kuas Anda. Pada kota di bawahnya terlihat bulatan ukuran kuas serta halus kasar sapuannya.

Nah setelah semua pengaturan telah Anda lakukan sekarang saatnya Anda mengerjakan operasi menghilangkan jerawat dari wajah pada foto. Menyalin area bersih dekat jerawat, lalu menyapukan kuas ke atas jerawat yang akan dihilangkan.

Dalam menyapukan kuas, Anda harus perhatikan kontur wajah yang akan disapu. Jangan menyapu seluruh wajah hanya dengan salinan yang sama. Karena bila itu Anda lakukan, maka foto yang Anda kerjakan akan terlihat rata antara depan dan samping wajah. Tidak akan terlihat lekukan-lekukan kontur wajah yang di edit.

Bila Anda mengedit bagian samping wajah, maka salinlah kontur wajah yang di samping, begitu juga bagian depan, seperti hidung dan di bawahnya, pelipis, kening, bawah mata dan juga dagu.

Selamat berkarya.

Senin, 17 Februari 2020

Wajah Mulus Tanpa Jerawat




Jerawat sering membuat kita tidak percaya diri atau PD saat berada dilingkungan yang ramai. Begitupun saat kita foto bareng teman atau berfoto sendiri. Apalagi kalau pasfoto untuk keperluan penting, seperti buat ijazah, SKCK, melamar pekerjaan dan sebagainya.

Seperti halnya foto di bawah ini, jerawat begitu subur tumbuh unjuk rasa. Tapi jangan khawatir, sebagai artis Photoshop Anda tentu tidak ingin hal ini ada dihadapan Anda. Bergerak cepat ambil perkakas.

Ada dua perkakas yang bisa kita memanfaatkan untuk menyapu jerawat yang menjengkelkan ini.
Pertama yaitu Clone Stamp Tool atau stempel seperti terlihat pada kotak segi empat merah foto di bawah ini



 Bagaimana memakai Clone Stamp Tool ini bisa dijelaskan seperti foto di bawah:

Pertama setelah mengaktifkan perkakas stempel tersebut, lalu tekan tombol Alt di keyboard. Sambil tetap menekan tombol Alt kita klik pada wajah yang bersih tanpa ada jerawat seperta pada foto dalam kotak merah di bawah..




Setelah itu lepaskan tombol Alt. Kemudian silakan klik jerawat yang akan kita hilangkan, seperti pada foto 2 di bawah. Sebenarnya kita bukanlah menghapus jerawat yang ada, akan tetapi menutupnya dengan stempel wajah mulus yang ada di foto 1 di atas tadi. Ulangi terus hingga jerawat yang ada wajah hilang sama sekali.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah, Anda harus menyalin bidang wajah yang warnanya sama dengan lokasi jerawat yang akan di tempel. Jangan menstempel jerawat yang berada di posisi gelap dengan salinan yang diambil dari tempat terang. Karena bila hal itu Anda lakukan maka wajah akan terlihat belang, karena perbedaan warna salinan stempel dengan lokasi wajah yang di tempel.






























Minggu, 09 Februari 2020

Tampilkan Foto Anda Lebih Kontras




Pada artikel sebelumnya kita telah menampilkan bagaimana menambah cahaya sebuah foto agar lebih terang dari foto aslinya.

Sekarang kita akan melanjutkannya dengan bagaimana cara membuat foto tersebut lebih terlihat kontras warnanya, tidak hanya sekadar terang.

Kita tampilkan dulu foto dari artikel sebelumnya. Foto yang sudah terang dibandingkan dengan foto aslinya.

Terlihat pada foto di bawah ini cahaya yang jatuh merata ke seluruh subyek foto. Warna foto terlihat datar, kontras warna dan gelap terangnya tidak begitu kentara.

Sekarang kita akan mengolah atau mengedit lagi foto yang ada di bawah ini, agar kontras warna maupun gelap terangnya bisa lebih terlihat.



Hal pertama yang kita lakukan setelah foto tampil di layar monitor Anda adalah dengan mengklik Menu Image > Adjustments > Brightness/Contrast, seperti terlihat pada foto di bawah ini.



Setelah mengklik Brightness/Contrast, maka di layar akan terlihat tampilan kotak dialog berupa tombol geser Contrast yang berada dalam kotak merah, seperti foto di bawah ini.

Untuk menaikkan kontras foto Anda, silakan geser tombol kecil yang berada di tengah kotak merah ke kanan, hingga didapatkan kontras warna yang sesuai dengan keinginan Anda


Hasil dari editan dengan penambahan kontras pada foto Anda terlihat pada foto pertama di atas. Bandingkan dengan foto sebelumnya yang ada pada foto ke 2 yang berada di bawahnya

Bagaimana proses yang kita lakukan tersebut terlihat dari foto di bawah ini.


Senin, 03 Februari 2020

Editlah Foto Anda, Jangan Biarkan Tampil Apa Adanya




Sosial media mengajak kita untuk selalu kreatif. Sayangnya kreatifitas itu sering terhalang oleh kurang dikuasainya peralatan yang dibutuhkan, baik itu berupa hardware atau software. Hardware bisa berupa kamera, handphone, laptop atau komputer. Sementara software bisa berupa aplikasi pengolah kata, foto dan sebagainya.

Sebagai artikel pembuka, saya akan mencoba membagikan kepada teman-teman pengalaman saya mengedit foto. Saya tidak mengajar, karena saya bukan guru atau seorang pakar. Ilmu saya juga masih sangat terbatas, masih banyak yang belum saya kuasai. Apalagi tehnologi terus berkembang setiap saat, yang membuat kita selalu tertinggal. Saya hanya berbagi pengalaman apa yang pernah saya pelajari secara otodidak.

Sebagai langkah awal, saya mengajak Anda bermain dengan aplikasi pengolah foto terkenal, yaitu Photoshop. Sebuah aplikasi untuk mengedit foto dengan fasilitas dan kemampuan yang lengkap. Hanya imajinasi maupun kreatifitas Andalah batasannya.

Artikel ini akan menjadi artikel yang sangat panjang untuk harus dituntaskan dalam satu kali tayang. Karena itu kita akan melakukan praktek bagaimana mengedit foto selangkah demi selangkah, agar Anda lebih mudah menguasai proses pengeditan foto hasil karya Anda dengan aplikasi Photoshop tersebut.
Workspace atau ruang kerja Photoshop CC

Workspace atau ruang kerja Photoshop CS 3

Pusing melihat tampilan foto nomor 1 dan 2 ruang kerja Photoshop yang bagian atasnya penuh menu dan di samping kiri juga berderet berbagai macam tools atau perkakas ini? Tenang saja, saya saat pertama melihatnya juga begitu kok. Tapi yakin deh, semakin sering Anda membukanya, akan semakin familiar juga Anda dengannya, dan Andapun akan semakin mahir memakai dan memanfaatkan menu atau perkakas yang tersedia di sana untuk mengolah foto-foto Anda, agar semakin indah dilihat dan semakin enak dinikmati.


Untuk memulai bekerja di photoshop langkah yang akan kita lakukan adalah membuat sebuah jendela baru, atau dengan membuka sebuah file atau foto yang sudah ada di Folder tempat penyimpanan yang bisa berupa harddisk, flashdisk, kartu memori, keping compact disk atau CD.

Ruang kerja Photoshop yang sudah berisi sebuah window atau jendela

Sebuah jendela dalam posisi mengambang di ruang kerja Photoshop

Tampilan jendela ini bisa diam atau statis di tengah ruang kerja seperti pada foto nomor 3, bisa juga dibuat dinamis, mengambang, sehingga mudah digeser kemana-mana seperti terlihat pada foto nomor 4 ruang kerja Photoshop di atas.

Untuk memudahkan dan mempercepat proses editing foto Anda, maka saya akan lebih banyak mengajak Anda bekerja dengan jalan pintas atau shortcut dengan keyboard, yang dikombinasikan dengan klik serta  pergerakan mouse.

Ada dua cara untuk membuka foto di Photoshop. Pertama dengan membuka foto dengan shortcut Ctrl+O di keyboard lalu memilih foto di folder tempat foto berada, lalu menekan Enter di keyboard atau dengan menekan tombol kiri mouse secara cepat dua kali di foto yang akan dibuka,  yang sering dikatakan dengan istilah double click.

Cara kedua yang paling sering saya lakukan adalah mengklik foto yang ada di folder, lalu menyeret dan meletakkannya di ruang kerja Photoshop seperti terlihat pada foto 5 di bawah. Yang manapun yang Anda lakukan, hasilnya tetap sama. Pengalaman nanti yang akan memperlihatkan cara mana yang paling Anda sukai.

Klik foto yang ada di folder lalu seret ke ruang kerja Photoshop


Praktek pertama kita saat ini adalah, bagaimana mengedit foto yang kurang pencahayaan dan terlihat gelap seperti foto nomor 6 dibawah, agar bisa terlihat lebih terang.

Setelah foto berada di ruang kerja, saatnya sekarang untuk mengeditnya.
Setelah foto yang akan di edit berada di ruang kerja, kita akan mengeditnya dengan Curves. Silakan buka kotak dialog Curves dengan Ctrl+m, sehingga akan tampil seperti foto 7 dibawah.

Kotak dialog Curves

Pada kotak dialog Curves kita melihat sebuah garis diagonal antara sudut kiri bawah dan sudut kanan atas. Untuk mengubah terang gelapnya foto Anda, silakan klik garis tersebut dengan mouse lalu geser ke kiri atas atau ke kanan bawah, Anda akan melihat terjadinya perubahan terang gelapnya foto yang ada di jendela ruang kerja seperti terlihat pada foto 8 di bawah.

Perubahan terang gelap foto Anda terlihat saat Anda menggeser garis diagonal dengan mouse.


Terlihat jelas pada foto 8 di atas perubahan yang terjadi pada foto Anda yang berada di jendela ruang kerja, foto yang tadinya gelap, sekarang sudah terlihat terang. Lebih jelasnya terlihat pada foto 9 di bawah.


Demikian dulu ulasan kita saat ini, untuk mendapatkan hasil yang berbeda Anda bisa melakukan hal yang sama dengan foto-foto yang lain, Tiada batasan untuk berkreasi, karena batasannya adalah kreatifitas Anda sendiri.