Minggu, 05 April 2020

Bagaimana membuat latar belakang Gelap?



Setelah melihat foto bunga yang saya posting di Facebook dan Instagram, seorang teman bertanya di akun IG saya, "Bagaimana membuat latar belakang hitam?" Saya lalu membalasnya, "Karena jawabannya cukup panjang saya akan menulisnya di blog saya yang khusus membahas fotografi. Nah sekarang inilah jawaban saya atas pertanyaan itu.

Saya sebenarnya tidak mengedit secara ekstrim foto bunga yang saya posting itu, saya hanya mengedit kecerahan dan kontras serta mengkroping seukuran dalam kotak garis hijau foto tersebut di Photoshop. Seperti terlihat pada foto aslinya di bawah ini.



Dalam proses mengedit foto ini, hal pertama yang saya lakukan adalah mengklik menu Image lalu menggeser mouse ke Adjustments yang kemudian membuka baris menu  Brightness/Contrast seperti terlihat pada gambar dibawah ini



Dengan mengklik menu Brightness/Contrast di layar sekarang muncul kotak dialog  Brightness/Contrast



Selanjutnya saya lalu menggeser tombol Contrast yang berbentuk segitiga kecil ke arah kanan, saat kita menggeser tombol tersebut kita juga bisa melihat kotak kecil berisi angka juga ikut berubah. Angka ini menunjukkan berapa persen nilai kontras yang sedang terpilih. Disamping itu foto yang ada di kotak display juga berubah. Saya lalu berhenti menggeser tombol Contrast pada posisi 45 persen.



Langkah berikutnya adalah mengatur kecerahan foto dengan menggeser tombol Brightness yang ada di sebelah atas tombol Contrast. Saya lalu menggeser tombol Brightness kekiri mengurangi kecerahan pada foto, saya lalu berhenti pada posisi kecerahan minus (-)70 persen. Berkurangnya kecerahan foto ini membuat latar belakang yang tadinya masih memperlihatkan bayangan daun menjadi gelap berikut latar belakangnya menjadi gelap.



Selanjutnya yang saya lakukan adalah menurunkan ukuran file foto tersebut dari ukuran aslinya 4272x2848 pixel atau 4,13 MB menjadi 900x600 pixel atau 513 KB.

Kenapa saya harus menurunkan ukuran filenya? Pertama karena Blog saya hanya bisa mengupload foto maksimal 2 MB, kedua karena dengan kecilnya ukuran file foto, blog akan semakin ringan dan cepat saat dibuka.



Terakhir adalah memotong atau meng-croping foto untuk mendapatkan komposisi yang bagus dan membuang ruangan kosong dan gelap yang terlalu luas. Garis hijau itu memperlihatkan bagian mana saja dari foto tersebut yang terbuang dan mana yang terpakai.



Satu hal lagi bila saya memotret bunga, saya biasa memakai lensa zoom 55-250mm dengan bukaan diafragma penuh untuk mendapatkan ruang tajam yang sempit, sehingga latar belakangnya jadi kabur karena berada di luar titik fokus. Kecuali kalau saya memakai handphone. Begitu juga saya berusaha mencari latar belakang yang gelap atau berwarna tua. Sehingga saat diedit lebih mudah membuat latar belakangnya jadi gelap.

Semoga bermanfaat










Senin, 02 Maret 2020

Memotong Foto Untuk Menonjolkan Subyek Foto Anda


Keindahan itu tidak selamanya pada pemandangan yang luas. Adakalanya tersembunyi pada sekuntum bunga yang terselip di sudut halaman. Yang sering jadi masalah adalah, kita tidak mempunyai kamera DSLR dengan lensa zoom atau tele. Adanya hanya handphone dengan lensa sudut lebar, sehingga bunga yang kecil itu terlihat semakin kecil seperti foto di bawah ini.


Lalu bagaimana agar keindahan kuntum bunga ini bisa tampil lebih jelas dan besar tanpa disesaki oleh semak-semak yang berkerubung di sekelilingnya? Soalnya ukuran asli bunga ini hanya sekitar 3 sampai 4 sentimeter.

Kembali ke laptop atau komputer Anda, atau bila handphone Anda punya aplikasi pengolah foto, hal ini juga bisa dilakukan.

Hal pertama yang kita lakukan adalah memotong atau sering juga disebut meng-croping foto yang sekelilingnya dipenuhi oleh daun dan ranting serta sebuah kembang yang ada di sampingnya yang tidak kita butuhkan. Klik crop tool di kotak perkakas, seperti terlihat pada foto di bawah.


Pilihlah bagian mana yang akan dipotong serta komposisinya, seperti pada foto di bawah ini, dimana kita memposisikan bunga berada di tengah foto sebagai titik fokus. Bila kita telah merasa cukup dengan ukuran dan komposisinya, silakan tekan Enter di keyboard.



Hasil dari pemotongan atau croping yang kita lakukan terlihat pada foto di bawah.


Pekerjaan kita belum selesai, karena terlihat foto di atas pencahayaan dan warnanya masih terlihat rata. Sekarang kita akan membuat tampilan foto kita lebih indah dari aslinya. Langkah berikutnya adalah dengan meng-klik menu Image di baris menu.



Setelah barisan pilihan menu Image tampil, pilih Adjustments, setelah itu klik Brightness/Contrast...

Posisi Brightness/Contrast... ini bisa berbeda letaknya, bisa di bagian atas atau pada baris di bawahnya.



Setelah kotak dialog Brightness/Contrast... tampil, kita akan melihat ada 2 baris slider, Brightness di bagian atas dan Contrast di sebelah bawahnya.



Untuk mendapatkan hasil gambar yang diinginkan, kita akan mengkombinasikan pemakaian kedua slider ini. Untuk menambah atau mengurangi pencahayaan, kita tinggal menggeser tombol Brightness, dan untuk menaikkan atau menurunkan kontras foto, kita tinggal menggeser slider Contrast.

Pada foto bunga ini, saya mengurangi kecerahan atau brightness hingga (minus) -80, dan menaikkan kontras pada angka 57. Hasil akhirnya adalah, cahaya yang jatuh pada bunga yang tadinya begitu terang atau over, kini terlihat normal. Keuntungan lain adalah, latar belakang yang tadinya samar sekarang menjadi gelap dan hal ini menambah terlihat menonjolnya sang bunga sebagai point of interest atau pusat perhatian kita. Begitu juga daun dan ranting yang tadinya begitu dominan di sekeliling bunga sudah hilang, yang tersisa saat ini pun tidak mengganggu tampilnya sang bunga, karena ranting dan daun tersebut ikut redup dengan dikuranginya pencahayaan melalui slider Brightness





Rabu, 26 Februari 2020

Menghaluskan wajah dengan kuas


Pada artikel sebelumnya kita telah melakukan operasi jerawat dengan perkakas stempel atau Stamp. Sekarang kita akan melakukannya dengan perkakas atau tool kedua yaitu Brush atau kuas.


Sebelum menyapu dengan kuas, kita harus mengatur Opacity atau terang gelapnya atau tebal tipisnya sapuan kuas yang akan kita pakai. Ibaratnya menyapukan bedak ke muka, kalau mukanya kasar atau berjerawat, maka Anda akan menyapukan bedak yang cukup tebal ke wajah Anda. Tapi bila wajahnya memang mulus tanpa jerawat, maka Anda hanya akan menyapukan bedak selayang atau tipis saja di wajah.

Pengaturan tebal tipisnya sapuan kuas yang akan Anda pakai dapat dilihat pada kotak merah pada gambar di bawah ini. Bila wajah yang akan Anda poles cukup mulus, maka ketebalan sapuan kuasnya cukup tipis saja, Opacitynya cukup 15%.

Pada kasus yang kita hadapi ini, terlihat wajahnya lumayan rusak oleh jerawat. Maka untuk membenahinya kita membutuhkan sapuan kuas yang cukup tebal, disini saya memakai 52% untuk menutup jerawat yang ada.


Cara kerjanya agak sedikit berbeda dengan stempel. Sebagaimana biasa kita memakai stempel di kantor yaitu dengan menempelkan stempel ke atas kertas yang akan dicap atau distempel. Maka dengan kuas kita juga memakainya seperti kita menyapukan kuas bedak ke wajah. Namun sebelum kita menyapukan kuasnya kita harus menyalin dulu kontur wajah yang berdekatan dengan jerawat yang akan dipoles. Hal ini agar bekas jerawat yang akan disapu nantinya warnanya sama dengan kontur wajah yang ada di dekatnya, agar tidak kelihatan belang.

Cara menyalinnya sama dengan kalau kita memakai stempel, yaitu dengan menekan tombol Alt lalu mengklik satu lokasi di sekitar jerawat. Setelah itu lepaskan tombol Alt, sambil tetap menahan tombol kiri mouse, kita menyapu jerawat yang akan dihilangkan.


Sebelum memulai, Anda harus mengatur dulu berapa pixel ukuran kuas yang akan Anda pakai. Pada kotak merah gambar di atas ada dua slider atau tombol geser. Sebelah atas adalah untuk menentukan besarnya ukuran kuas, sebelah bawahnya adalah slider untuk menentukan halus kasarnya sapuan kuas Anda. Pada kota di bawahnya terlihat bulatan ukuran kuas serta halus kasar sapuannya.

Nah setelah semua pengaturan telah Anda lakukan sekarang saatnya Anda mengerjakan operasi menghilangkan jerawat dari wajah pada foto. Menyalin area bersih dekat jerawat, lalu menyapukan kuas ke atas jerawat yang akan dihilangkan.

Dalam menyapukan kuas, Anda harus perhatikan kontur wajah yang akan disapu. Jangan menyapu seluruh wajah hanya dengan salinan yang sama. Karena bila itu Anda lakukan, maka foto yang Anda kerjakan akan terlihat rata antara depan dan samping wajah. Tidak akan terlihat lekukan-lekukan kontur wajah yang di edit.

Bila Anda mengedit bagian samping wajah, maka salinlah kontur wajah yang di samping, begitu juga bagian depan, seperti hidung dan di bawahnya, pelipis, kening, bawah mata dan juga dagu.

Selamat berkarya.

Senin, 17 Februari 2020

Wajah Mulus Tanpa Jerawat




Jerawat sering membuat kita tidak percaya diri atau PD saat berada dilingkungan yang ramai. Begitupun saat kita foto bareng teman atau berfoto sendiri. Apalagi kalau pasfoto untuk keperluan penting, seperti buat ijazah, SKCK, melamar pekerjaan dan sebagainya.

Seperti halnya foto di bawah ini, jerawat begitu subur tumbuh unjuk rasa. Tapi jangan khawatir, sebagai artis Photoshop Anda tentu tidak ingin hal ini ada dihadapan Anda. Bergerak cepat ambil perkakas.

Ada dua perkakas yang bisa kita memanfaatkan untuk menyapu jerawat yang menjengkelkan ini.
Pertama yaitu Clone Stamp Tool atau stempel seperti terlihat pada kotak segi empat merah foto di bawah ini



 Bagaimana memakai Clone Stamp Tool ini bisa dijelaskan seperti foto di bawah:

Pertama setelah mengaktifkan perkakas stempel tersebut, lalu tekan tombol Alt di keyboard. Sambil tetap menekan tombol Alt kita klik pada wajah yang bersih tanpa ada jerawat seperta pada foto dalam kotak merah di bawah..




Setelah itu lepaskan tombol Alt. Kemudian silakan klik jerawat yang akan kita hilangkan, seperti pada foto 2 di bawah. Sebenarnya kita bukanlah menghapus jerawat yang ada, akan tetapi menutupnya dengan stempel wajah mulus yang ada di foto 1 di atas tadi. Ulangi terus hingga jerawat yang ada wajah hilang sama sekali.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah, Anda harus menyalin bidang wajah yang warnanya sama dengan lokasi jerawat yang akan di tempel. Jangan menstempel jerawat yang berada di posisi gelap dengan salinan yang diambil dari tempat terang. Karena bila hal itu Anda lakukan maka wajah akan terlihat belang, karena perbedaan warna salinan stempel dengan lokasi wajah yang di tempel.






























Minggu, 09 Februari 2020

Tampilkan Foto Anda Lebih Kontras




Pada artikel sebelumnya kita telah menampilkan bagaimana menambah cahaya sebuah foto agar lebih terang dari foto aslinya.

Sekarang kita akan melanjutkannya dengan bagaimana cara membuat foto tersebut lebih terlihat kontras warnanya, tidak hanya sekadar terang.

Kita tampilkan dulu foto dari artikel sebelumnya. Foto yang sudah terang dibandingkan dengan foto aslinya.

Terlihat pada foto di bawah ini cahaya yang jatuh merata ke seluruh subyek foto. Warna foto terlihat datar, kontras warna dan gelap terangnya tidak begitu kentara.

Sekarang kita akan mengolah atau mengedit lagi foto yang ada di bawah ini, agar kontras warna maupun gelap terangnya bisa lebih terlihat.



Hal pertama yang kita lakukan setelah foto tampil di layar monitor Anda adalah dengan mengklik Menu Image > Adjustments > Brightness/Contrast, seperti terlihat pada foto di bawah ini.



Setelah mengklik Brightness/Contrast, maka di layar akan terlihat tampilan kotak dialog berupa tombol geser Contrast yang berada dalam kotak merah, seperti foto di bawah ini.

Untuk menaikkan kontras foto Anda, silakan geser tombol kecil yang berada di tengah kotak merah ke kanan, hingga didapatkan kontras warna yang sesuai dengan keinginan Anda


Hasil dari editan dengan penambahan kontras pada foto Anda terlihat pada foto pertama di atas. Bandingkan dengan foto sebelumnya yang ada pada foto ke 2 yang berada di bawahnya

Bagaimana proses yang kita lakukan tersebut terlihat dari foto di bawah ini.


Senin, 03 Februari 2020

Editlah Foto Anda, Jangan Biarkan Tampil Apa Adanya




Sosial media mengajak kita untuk selalu kreatif. Sayangnya kreatifitas itu sering terhalang oleh kurang dikuasainya peralatan yang dibutuhkan, baik itu berupa hardware atau software. Hardware bisa berupa kamera, handphone, laptop atau komputer. Sementara software bisa berupa aplikasi pengolah kata, foto dan sebagainya.

Sebagai artikel pembuka, saya akan mencoba membagikan kepada teman-teman pengalaman saya mengedit foto. Saya tidak mengajar, karena saya bukan guru atau seorang pakar. Ilmu saya juga masih sangat terbatas, masih banyak yang belum saya kuasai. Apalagi tehnologi terus berkembang setiap saat, yang membuat kita selalu tertinggal. Saya hanya berbagi pengalaman apa yang pernah saya pelajari secara otodidak.

Sebagai langkah awal, saya mengajak Anda bermain dengan aplikasi pengolah foto terkenal, yaitu Photoshop. Sebuah aplikasi untuk mengedit foto dengan fasilitas dan kemampuan yang lengkap. Hanya imajinasi maupun kreatifitas Andalah batasannya.

Artikel ini akan menjadi artikel yang sangat panjang untuk harus dituntaskan dalam satu kali tayang. Karena itu kita akan melakukan praktek bagaimana mengedit foto selangkah demi selangkah, agar Anda lebih mudah menguasai proses pengeditan foto hasil karya Anda dengan aplikasi Photoshop tersebut.
Workspace atau ruang kerja Photoshop CC

Workspace atau ruang kerja Photoshop CS 3

Pusing melihat tampilan foto nomor 1 dan 2 ruang kerja Photoshop yang bagian atasnya penuh menu dan di samping kiri juga berderet berbagai macam tools atau perkakas ini? Tenang saja, saya saat pertama melihatnya juga begitu kok. Tapi yakin deh, semakin sering Anda membukanya, akan semakin familiar juga Anda dengannya, dan Andapun akan semakin mahir memakai dan memanfaatkan menu atau perkakas yang tersedia di sana untuk mengolah foto-foto Anda, agar semakin indah dilihat dan semakin enak dinikmati.


Untuk memulai bekerja di photoshop langkah yang akan kita lakukan adalah membuat sebuah jendela baru, atau dengan membuka sebuah file atau foto yang sudah ada di Folder tempat penyimpanan yang bisa berupa harddisk, flashdisk, kartu memori, keping compact disk atau CD.

Ruang kerja Photoshop yang sudah berisi sebuah window atau jendela

Sebuah jendela dalam posisi mengambang di ruang kerja Photoshop

Tampilan jendela ini bisa diam atau statis di tengah ruang kerja seperti pada foto nomor 3, bisa juga dibuat dinamis, mengambang, sehingga mudah digeser kemana-mana seperti terlihat pada foto nomor 4 ruang kerja Photoshop di atas.

Untuk memudahkan dan mempercepat proses editing foto Anda, maka saya akan lebih banyak mengajak Anda bekerja dengan jalan pintas atau shortcut dengan keyboard, yang dikombinasikan dengan klik serta  pergerakan mouse.

Ada dua cara untuk membuka foto di Photoshop. Pertama dengan membuka foto dengan shortcut Ctrl+O di keyboard lalu memilih foto di folder tempat foto berada, lalu menekan Enter di keyboard atau dengan menekan tombol kiri mouse secara cepat dua kali di foto yang akan dibuka,  yang sering dikatakan dengan istilah double click.

Cara kedua yang paling sering saya lakukan adalah mengklik foto yang ada di folder, lalu menyeret dan meletakkannya di ruang kerja Photoshop seperti terlihat pada foto 5 di bawah. Yang manapun yang Anda lakukan, hasilnya tetap sama. Pengalaman nanti yang akan memperlihatkan cara mana yang paling Anda sukai.

Klik foto yang ada di folder lalu seret ke ruang kerja Photoshop


Praktek pertama kita saat ini adalah, bagaimana mengedit foto yang kurang pencahayaan dan terlihat gelap seperti foto nomor 6 dibawah, agar bisa terlihat lebih terang.

Setelah foto berada di ruang kerja, saatnya sekarang untuk mengeditnya.
Setelah foto yang akan di edit berada di ruang kerja, kita akan mengeditnya dengan Curves. Silakan buka kotak dialog Curves dengan Ctrl+m, sehingga akan tampil seperti foto 7 dibawah.

Kotak dialog Curves

Pada kotak dialog Curves kita melihat sebuah garis diagonal antara sudut kiri bawah dan sudut kanan atas. Untuk mengubah terang gelapnya foto Anda, silakan klik garis tersebut dengan mouse lalu geser ke kiri atas atau ke kanan bawah, Anda akan melihat terjadinya perubahan terang gelapnya foto yang ada di jendela ruang kerja seperti terlihat pada foto 8 di bawah.

Perubahan terang gelap foto Anda terlihat saat Anda menggeser garis diagonal dengan mouse.


Terlihat jelas pada foto 8 di atas perubahan yang terjadi pada foto Anda yang berada di jendela ruang kerja, foto yang tadinya gelap, sekarang sudah terlihat terang. Lebih jelasnya terlihat pada foto 9 di bawah.


Demikian dulu ulasan kita saat ini, untuk mendapatkan hasil yang berbeda Anda bisa melakukan hal yang sama dengan foto-foto yang lain, Tiada batasan untuk berkreasi, karena batasannya adalah kreatifitas Anda sendiri.