Jumat, 15 Januari 2016

Peran Penata Gaya Dalam Pemotretan Pengantin


Menikah, menjadi pengantin, adalah impian semua manusia normal. Saat dimana tahap kedua dari perjalanan manusia memasuki gerbang kehidupan yang baru. Masa beralihnya masa kesendirian menjadi berpasangan dengan orang yang dicintai melalui sebuah upacara pernikahan yang sakral. Apakah itu di Masjid, Gereja, Pura atau Kelenteng, bahkan di Kantor Urusan  Agama atau kantor Catatan Sipil.

Untuk menyemarakkan upacara pernikahan diadakanlah pesta yang sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga kedua pengantin. Bagi mereka yang kaya dan tak bermasalah dengan uang, pesta meriah di gedung atau hotel mewah dengan biaya hingga milyaran bukanlah sebuah kemustahilan. Begitupun dengan mereka yang berada di kalangan menengah maupun bawah, pesta itupun tetap terlaksana disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Bagi setiap pasangan yang menikah yang mungkin hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup, sebuah dokumentasi yang akan mengabadikan awal kehidupan berkeluarga itu, saat ini tentulah menjadi sebuah keharusan yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Bila dulu orang tua kita cukup hanya dengan beberapa lembar foto, maka kini hal itu belum cukup. Sebuah album yang menceritakan seluruh prosesi pernikahan dari awal hingga akhir pesta, sudah menjadi bagian dari seluruh biaya yang dikeluarkan. Bahkan bila dirasa masih belum cukup, acara istimewa itupun siap direkam dengan kamera video, yang kemudian di simpan pada selembar piringan plastik yang dapat diputar dialat pemutar video untuk disaksikan bersama pasangan yang menikah maupun bersama keluarga besar kedua pihak, pada layar televisi keluarga.

Pada acara pernikahan yang berjalan dalam waktu ketat dan tak mungkin diulang, memang dibutuhkan seorang fotografer yang berpengalaman yang sudah mengerti akan urutan acara pernikahan. Berbeda dengan juru kamera video yang mengabadikan seluruh acara secara terus menerus, maka fotografer akan mengabadikan momen-momen bersejarah itu secara terputus-putus melalui jepretan kameranya. Kejelian menangkap momen yang tengah berlangsung, timing yang tepat dan posisi berdiri yang memungkinkan untuk mendapatkan komposisi pemotretan yang bagus, sudah harus diketahui oleh sang fotografer.

Satu hal lain yang selalu ada dalam acara resepsi pernikahan adalah foto sesion, yaitu saat kedua pengantin berfoto berdua, atau bersama tamu undangan atau tamu kehormatan. Walau kelihatan sepele, tapi foto sesion adalah saatnya sang fotografer mengabadikan pasangan pengantin secara sendiri-sendiri maupun bersama tamu. Untuk pesta sederhana yang diadakan dirumah, pengaturan posisi pengantin maupun tamu yang ikut serta dalam pemotretan cukup ditangani sendiri oleh sang fotografer. Namun bila acara resepsi diadakan di gedung pertemuan atau di hotel mewah, pada acara sesi foto ini dibutuhkan seorang penata gaya yang fungsinya mengatur bagaimana pengantin maupun tamu berdiri menghadap ke kamera, sehingga mendapatkan komposisi yang baik dan enak dipandang mata.

Kebutuhan akan penata gaya ini akan lebih terasa lagi pada saat pemotetan khusus kedua pengantin dalam berbagai gaya. Kreatifitas penata gaya yang bekerjasama dengan sang fotografer akan menghasilkan foto yang tidak saja indah dipandang mata, juga indah dalam komposisi dan akting dari kedua pengantin. Sehingga sang fotografer hanya fokus dari sisi tehnis, komposisi maupun sudut pengambilan fotonya.

Anda berminat jadi penata gaya? mulailah secara sederhana dengan melihat dan belajar dari foto-foto majalah khusus pengantin, dan mempraktikannya lebih dulu pada keluarga terdekat sambil berimprofisasi dengan gaya anda sendiri, sambil mulai melakukan pendekatan dan menjalin kerjasama dengan fotografer profesional yang khusus bergerak dibidang fotografi pernikahan.















2 komentar:

  1. Tanpa.para pengarah gaya ini bisa js foto2 nikah jd kurang sip ya padahal.momen sekali seumur hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idealnya memang seperti itu, tapi profesi penata gaya ini memang belum begitu diminati atau belum begitu mendapat tempat di arena fotografi pengantin, sehingga peran penata gaya ini masih sering dirangkap oleh sang fotografer. Sangat disayangkan kalau momen sekali seumur hidup itu tampil seadanya.

      Terimakasih telah singgah Mom

      Hapus