Sabtu, 24 Januari 2015

Menikmati Desain Interior Mushalla Al-Ikhlashulkarim, Kota Bambu, Jakarta Barat

Dalam suatu kesempatan beberapa tahun yang lalu, saya sudah lupa tepat tanggalnya, saat mendapat kesempatan luang untuk istirahat dari suatu pekerjaan di Kota Bambu, saya mencari mushalla untuk melaksanakan shalat ashar.

Tidak jauh dari lokasi acara yang saya ikuti, saya menemukan sebuah mushalla. Karena berdempetan dengan rumah penduduk, dari luar mushalla tersebut terlihat biasa saja. Atau mungkin karena saat saya memasuki halamannya yang menyatu dengan jalan, saya tidak begitu memperhatikan secara mendetail bangunan mushalla tersebut.

Yang sempat saya perhatikan saat menginjak tangga mushalla tersebut adalah, tangga yang bersih dan kelihatannya masih baru. Begitu juga tempat berwudhuknya, walau tidak begitu luas, tapi cukup tertata rapi.

Saat memasuki mushalla, saya langsung melaksanakan shalat ashar, dan tidak begitu memperhatikan desain interior mushalla tersebut. Tapi, dalam pandangan sekilas, saya melihat mushalla tersebut cukup indah.

Selesai shalat, berzikir dan berdo’a. saya lalu duduk santai berselonjor, melepaskan penat setelah mengabadikan sebuah acara pesta pernikahan sedari pagi. Saat shalat zuhur sebelumnya, saya juga shalat di mushalla ini. Tapi sehabis shalat, saya langsung pergi kembali ke tempat acara.

Saat duduk santai itulah, saya lalu memperhatikan desain interior mushalla tersebut. Sebuah mushalla yang ukurannya berdasarkan perkiraan saya sekitar 8 x 12 meter persegi, yang bagian luar sebelah kiri dan bagian depan mihrab, berdempetan dengan rumah penduduk. Sementara sebelah kanan dengan halaman, kalau nggak salah kantor pos Kota Bambu, sementara bagian belakang yang terdapat pintu masuk, langsung berhadapan dengan jalan.


Indahnya desain interior mushalla ini dapat kita lihat dari foto-foto yang sempat saya abadikan beberapa tahun yang lalu, dan hanya mendekam begitu saja di komputer saya.

Bagian Mihrab dan mimbar penuh ukiran dan nama mushalla
Al-Iklashulkarim di depan mimbar.

Bagian depan mushalla dengan tulisan kaligrafi dibagian atas dinding, sebuah monitor di dinding
depan dengan latar belakang lukisan kaligrafi dan langit-langit yang diberi lukisan awan.





Lukisan kaca pada jendela


Lukisan awan pada langit-langit mushalla



5 rukun Islam di salah satu sudut dinding ruangan

Lukisan dan kaligrafi pada dinding, tiang dan kaca jendela serta pintu.
Pintu Masuk utama



20 komentar:

  1. kayaknya saya juga pernah sholat di situ tapi enggak memperhatikan sedetil ini ...:)
    http://lubenaali.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya betah istirahat di mushalla itu Lubena, rasanya begitu nyaman.

      Hapus
  2. Subhanallah Mushollanya indah sekali ya. Pasti juga karena indah juga yang ngambil fotonya keren. Jadi hasilnya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mushallanya yang indah Nunung, saya kan hanya menyalin ke kameranya, hehehe

      Hapus
  3. Wow ... indahnya, Ayah .... adem ya, melihat fotonya saja adem :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, sangat indah dan memang adem bila kita sempat istirahat disana.

      Hapus
  4. adem banget rasanya om....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayapun merasakan hal yang sama, adem dan menenangkan hati

      Hapus
  5. saya suka lukisan awan di langit-langitnya,, cantik sekali :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, rasanya mushalla ini seakan tak beratap...

      Hapus
  6. Bagus banget.. :) Ayah, kalo mau memotret kaca itu bagaimana caranya, biar ga kena backlight?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya justru memanfaatkan backlight itu sebagai sumber cahaya, Riski. Sehingga lukisannya benar-benar hidup. KAlau kita foto dengan cahaya dari dalam, malah lukisannya terlihat flat dan besar kemungkinan kacanya memantulkan cahaya lampu blitz kamera kita.

      Hapus
  7. Wah, bagus banget, ya. Tadinya saya pikir lokasi mushola ini di daerah negara-negara Islam seperti Persia. Ternyata ... di Jakarta! Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... kalau dilihat sekilas mungkin juga, Nunik. Apalagi kalau mushalanya ada halamannya.

      Hapus
  8. Padahal letaknya dekat jalan ya, Ayah? Bisa sebersih dan seindah ini. Salut sama pengelolanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalannya bukan jalan utama Wiwiek, tapi jalan kampung yang tidak disinggahi kendaraan umum. Sehingga pemeliharaannya mungkin tidak seberat kalau lokasinya di jalan utama.

      Hapus
  9. Mushalla-nya bagus pak. desain sama langit-langit interior serasa di Turki :)
    Kota bambu di tanah abang ya?

    oh ya, ini blog baru selain http://diankelana.web.id/ ya Pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Choirul, Kota Bambu terletak antara Tanah Abang dan Slipi.

      Blog ini khusus membahas masalah fotografi Choirul, kalau yang satunya lagi isinya gado-gado

      Hapus
  10. saya suka sekali mesjidnya, colorful :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga suka, walau mushallanya kecil tapi desain interiornya sangat indah dan penuh warna.

      Hapus