Selasa, 19 September 2017

Parahnya Kerusakan Kamera dan Lensa Karena Memotret Gerhana Matahari


Sistem shutter yang terbakar. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental
Saat masih kecil atau setelah meningkat remaja, pernahkah Anda main-main dengan kaca mata bekas atau dengan lensa pembesar. Mengarahkan kaca mata atau lensa ke matahari, lalu di bawahnya anda fokuskan cahaya matahari tersebut pada sebatang korek api, kertas atau pada sehelai daun kering, lalu apa yang terjadi? Dalam beberapa detik korek api akan menyala, kertas atau daun kering akan terbakar hangus.

Hal ini pulalah yang terjadi pada peralatan kamera kita, bila terlalu lama mengarahkan lensa ke matahari, saat memotret mengabadikan keindahan yang terlihat saat terjadinya gerhana matahari. Apakah itu gerhana matahari sebagian atau gerhana matahari total.Foto-foto yang ditampilkan di artikel ini memperlihatkan dengan jelas terjadinya kerusakan itu.

Foto pertama dan kedua memperlihatkan dengan jelas kerusakan yang terjadi pada rana atau shutter, karena terbakar oleh panasnya cahaya matahari yang terfokus dan menerpa shutter tersebut.

Sistem shutter yang juga terbakar. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental

Foto ketiga dan keempat memperlihatkan, tidak hanya shutter yang terbakar. Tapi juga sensor yang berada di balik shutter. Dari apa yang terjadi ini, kita mungkin bisa memperkirakan berapa lama kamera yang dipakai oleh sang fotografer terfokus ke matahari saat memotret gerhana matahari yang terjadi saat itu.
Setelah membakar shutter, sensor di belakangnya pun ikut terbakar. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental

Kerusakan sensor pada Canon EOS 7D yang sangat terlihat. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental
Tidak hanya itu, cermin pemantul kamera DSLR seperti terlihat di bawah ini, juga ikut terbakar. Kita tidak tahau, apakah sang fotografer saat mengabadikan gerhana matahari itu melihat langsung melalui jendela bidik (view finder), atau melalui live view display yang berada di belakang kamera. Bila seandainya dia melihat melalui jendela bidik secara terus menerus, besar kemungkinan mata sang fotografer akan mengalami gangguan penglihatan.

Kerusakan cermin di Nikon D500. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental
Tidak hanya sensor, shutter maupun reflektor yang terbakar. Tapi diafragma yang berada di dalam badan lensa, seperti yang terlihat pada foto di bawah inipun ikut terbakar.
Lumix 20mm f/1,7 yang diafragmanya meleleh. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental

 Foto: Istimewa Detik/Lens Rental
Dari luar, lensa Canon 600mm yang harganya diatas 100 juta, seperti pada foto di atas ini terlihat baik-baik saja. Tapi apa yang terjadi di bagian dalam lensanya? Foto-foto di bawah ini memperlihatkan dengan jelas, parahnya kerusakan yang terjadi pada lensa ini. Daun diafragma lensa ini meleleh karena terbakar oleh cahaya matahari.

Kerusakannya terlihat sangat parah. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental

Diafragma lensa tersebut meleleh. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental

Kerusakan lensa tersebut dari sudut yang lain. Foto: Istimewa Detik/Lens Rental

Ini adalah Canon C300 Mark II yang yang memberi lapisan filter ND pada sensornya. Filter ND bawaan inipun tidak luput dari kerusakan karena diterpa sinar matahari.
 Filter ND  bawaan Canon ini rusak. karena terbakar di salah satu sudutnya Foto: Istimewa Detik/Lens Rental
Mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada fotografer dan perlengkapan fotografi mereka di atas, kedepannya kita harus lebih berhati-hati dalam melakukan pemotretan yang mengarahkan kamera langsung ke arah matahari dalam pemotretan gerhana matahari. Fenomena alam itu memang menarik dan menantang kita untuk mengabadikan keindahannya. Namun jangan juga pernah mengabaikan keselamatan peralatan kita serta organ penglihatan kita saat mengabadikan keindahan fenomena alam itu.